Wednesday, June 27, 2007

PERANCANGAN MAKRO KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DI FAKULTAS KEDOKTERAN

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dirancang dengan menggunakan system backward yaitu dimulai dengan perumusan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang dokter dalam pekerjaannya dan lalu berdasarkan kompetensi tersebut dirancang pengalaman belajar yang dapat mencapai kompetensi tersebut.

Brown Medical School mengemukakan ada 9 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang dokter yang terdiri dari effective communication, basic clinical skills, using basic science in the practice of science, diagnosis, management and prevention; lifelong learning; professional development and personal growth; the social and community contexts of healthcare; moral reasoning and clinical ethics; problem solving. Sedangkan model Scottish doctor mengemukakan ada 12 kompetensi, yang dikategorikan dalam tiga elemen yaitu elemen pertama adalah what the doctor is able to do (clinical skills, practical procedures, patient investigations, patient management, heath promotion and diseae prevention, communication, medical informatics), elemen kedua how the doctor approaches his or her practice (basic, social and clinical sciences; attitudes, ethical understanding and legal responsibilities; decision making skills and clinical reasoning), elemen ketiga the doctor as a aprofesional (the role of the doctor within the health service; personal development).
Konsil Kedokteran Indonesia telah menentukan ada 7 area kompetensi area kompetensi dokter Indonesia yang diturunkan dari gambaran tugas, peran dan fungsi seorang dokter ketika bekerja. Tujuh area kompetensi tersebut adalah Komunikasi efektif; Keterampilan Klinis; Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran; Pengelolaan Masalah Kesehatan; Pengelolaan Informasi; Mawas Diri dan Pengembangan Diri; Etika, Moral, Medikolegal dan Profesionalisme serta Keselamatan Pasien. kompetensi dokter Indonesia ini telah dijabarkan secara lengkap di dalam buku standar kompetensi. Buku ini merupakan kerangka acuan utama dalam mengembangkan kurikulum bagi institusi pendidikan kedokteran. Sehingga, walaupun kurikulum berbeda, tetapi dokter yang dihasilkan dari berbagai institusi diharapkan memiliki kesetaraan dalam hal penguasaan kompetensi. Setiap area kompetensi ditetapkan definisinya, yang disebut kompetensi inti. Setiap area kompetensi dijabarkan menjadi beberapa komponen kompetensi, yang diperinci lebih lanjut menjadi kemampuan.

Buku standar kompetensi ini digunakan dalam perancangan kurikulum berbasis kompetensi di fakultas kedokteran. Berdasarkan kompetensi yang telah ada di buku tersebut maka tugas berikutnya adalah menyusunan Makro kurikulum dengan beberapa langkah yaitu :

1.Penentuan tahun/fase
2.Pemetaan hasil belajar (LO) ke dalam tahun/fase
3.Tentukan tema tahun/fase
4.Tentukan tema blok
5.Distribusikan LO/Hasil Belajar tahun ke setiap Blok
6.Distribusi Problems, Diseases, Clinical skills dan knowledge ke dalam blok-blok.


1 comment:

Anonymous said...

Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the Home Theater, I hope you enjoy. The address is http://home-theater-brasil.blogspot.com. A hug.